Patah Hati Bikin Orang Ini Buat Aplikasi Cari Jodoh

Teknoologia.com, Jakarta - Patah hati adalah persoalan rumit. Ia dapat menjadi pemicu hilangnya semangat seseorang, bahkan lama sekali hingga tak kunjung membaik. Tetapi, tidak demikian dengan Joseph Phua, pria asal Singapura ini menciptakan aplikasi cari jodoh saat dirinya patah hati.
Melansir Detik pada Jumat (10/4/2015), sekitar 2,5 tahun lalu, Joseph Phua mendadak diputuskan sang kekasih setelah delapan tahun menjalin hubungan. Saat itu ia sedang menyelesaikan pendidikan S-3 nya di Chicago, Amerika Serikat.
Demi menyembuhkan sakit hati dan segera move on, pria ini kemudian menggunakan aplikasi cari jodoh online untuk menemukan pengganti mantannya. Tetapi setelah mencobanya, pria ini merasa masih ada “celah” dalam aplikasi kencan tersebut yang belum terisi.
Menurut Joseph, aplikasi yang digunakannya tersebut kurang cocok dengan budaya masyarakat Timur, khususnya kawasan Asia Tenggara.
Joseph kemudian memutuskan untuk mengembangkan aplikasi serupa tetapi sesuai dengan budaya ketimuran. Kemudian, pada Juli 2013, terciptalah Paktor, sebuah aplikasi mobile sosial yang menyasar pengguna smartphone maupun gadget di Asia.
“Tujuan saya awalnya membantu diri sendiri menemukan seseorang dan orang-orang seperti saya. Saya memikirkan hal ini sekitar Maret 2013,” kata Joseph.
Benar saja. Melalui aplikasi yang diciptakannya sendiri, pria berkacamata ini akhirnya berhasil menemukan pasangan. Pertemuan Joseph dan sang kekasih berlangsung tiga bulan setelah ia secara resmi meluncurkan aplikasi tersebut. Keduanya bahkan sudah bertunangan dan berencana menikah dalam waktu dekat.
Sampai saat ini, aplikasi yang dibuat selama 60 hari saat patah hati ini telah memiliki pengguna sekitar 4 juta orang. Bagaimana, tertarik untuk mengunduh aplikasi cari jodoh ini, para jomblowan dan jomblowati?


















