Telah Hadir AMD Fury X Berbasis Teknologi HBM

  • Tweet
  • Pin It
AMD Fury X


TEKNOOLOGIA.com, Jakarta - Tepat hari ini, Senin (29/06/2015) AMD meluncurkan kartu grafis Fury X di Indonesia. Hadirnya Fury X menandakan era baru pada kartu grafis AMD berbasis teknologi High Bandwidth Memory (HBM) di pasar kartu grafis PC Indonesia.

AMD Fury X menggunakan GPU Fiji yang diciptakan untuk menyaingi rivalnya yakni NVIDIA GTX 980Ti. AMD Fury X tak hanya dilengkapi dengan teknologi HBM saja melainkan kartu grafis terbaru AMD ini dilengkapi pula dengan berbagai fitur untuk menunjang kebutuhan gaming para penggunanya. Salah satunya yaitu penggunaan sistem pendinginan cair atau liquid cooling, sehingga membuat suhunya tak lebih dari 50 derajat.

Berbicara mengenai teknologi HBM, teknologi HBM memiliki beberapa keunggulan salah satunya AMD Fury mampu terbaca dalam sistem memiliki memori sebesar 8GB sedangkan memori aslinya hanyalah sebesar 4GB.

Tak hanya itu saja, pengaturan grafis GTA V memakan memori lebih dari 4GB namun masih dapat berjalan dengan sangat lancar. Hebat bukan? apakah Anda tertarik?

Selanjutnya, penggunaan teknologi HBM tidak hanya berpengaruh pada segi performa saja melainkan juga berpengaruh dalam segi ukuran kartu grafis. Teknologi HBM tak menempatkan memori di sekitar GPU, melainkan terintegrasikan dengan GPU itu sendiri. Hal tersebutlah yang membuat ukuran kartu grafis yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi HBM menjadi lebih kecil.

Dilansir dari metrotvnews, Senin (29/06/2015) melakukan pengujian game dimulai dari resolusi 2560×1440 dan 1920×1080, hingga pengujian dengan menggunakan 3D Mark pada level ekstrem, menyimpulkan bahwa kartu grafis ini bukanlah sekedar kartu grafis biasa. AMD Fury X memiliki potensi yang besar untuk di-overclock karena telah menggunakan sistem pendingin cair yang telah terintegrasi. Sedangkan untukn sisi pemasaran, beberapa vendor sudah mengumumkan AMD Fury X seperti MSI dan GIGABYTE.

AMD Fury X menggunakan GPU Fiji yang diciptakan untuk menyaingi rivalnya, NVIDIA GTX 980Ti. Selain dilengkapi dengan teknologi HBM, kartu grafis terbaru AMD tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain untuk menunjang kebutuhan gaming para penggunanya, salah satunya adalah penggunaan sistem pendinginan cair (liquid cooling), sehingga membuat suhunya tak lebih dari 50 derajat.

Teknologi HBM memiliki beberapa keunggulan. Hal tersebut terbukti ketika kami melakukan pengujian eksklusif pada AMD Fury X dengan menggunakan game GTA V. Dalam game tersebut, AMD Fury terbaca dalam sistem memiliki memori sebesar 8GB, padahal memori aslinya hanya sebesar 4GB.

Tidak hanya itu, pengaturan grafis GTA V yang kami jajal memakan memori lebih dari 4GB, namun masih dapat berjalan dengan sangat lancar.

Penggunaan teknologi HBM juga tak hanya berpengaruh pada segi performa, namun juga pada segi ukuran kartu grafis. HBM tak menempatkan memori di sekitar GPU, melainkan terintergrasi dengan GPU itu sendiri. Hal tersebut membuat ukuran kartu grafis yang menggunakan HBM menjadi lebih kecil.

Dari berbagai pengujian yang kami lakukan, mulai dari pengujian game pada resolusi 2560×1440 dan 1920×1080, hingga pengujian dengan menggunakan 3D Mark pada level ekstrem menyimpulkan bahwa kartu grafis ini bukanlah kartu grafis sembarangan. AMD Fury X juga memiliki potensi besar untuk di-overclock karena ia telah menggunakan sistem pendingin cair yang telah terintegrasi. Sementara dari segi pemasaran, beberapa vendor sudah mengumumkan seri Fury, dia ntaranya adalah MSI, dan GIGABYTE.

Kehadiran AMD Fury X memang telah memanaskan pasar kartu grafis PC, dan AMD telah membuktikan diri bahwa mereka masih kuat untuk bertempur dengan NVIDIA.

Baca Juga : Aplikasi Google Search Terapkan Perintah Suara Secara Offline

 

Incoming search terms:

  • amd fury x pada gta 5
  • Tweet
  • Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>