Gara-Gara Selfie Seorang Polisi Dipecat

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta - Penembakan bunuh diri yang menewaskan 9 orang pada salah satu gereja di Charleston, Carolina Selatan. Motif tewasnya 9 orang ini karena kebencian pada satu ras tertentu. Dengan adanya kematian 9 orang ini, bendera konfederasi Amerika mendapat cap yang buruk.
“Sudah waktunya bendera tersebut berhenti digunakan,” kata Nikky Haley, Gubenur Carolina Selatan. Bahkan beberapa toko online besar sepaerti Amazon, Etsy, eBay dan Walmart telah memberhentikan penjualan berbagai barang yang berkaitan dan menampilkan bendera tersebut.
Kini, bendera konfederasi Amerika sudah mendapatkan cap yang buruk dari berbagai pihak sehingga berpengaruh pada berbagai perekonomian negara tersebut. Sudah jelas, bahwa sejak tewasnya 9 orang ini berbagai pihak mengecam dengan keras tehadap segala gambar atau foto yang menampilkan bendera konfederasi Amerika.
Seolah mencari popularitas dan sensasional, seorang anggota kepolisian di Carolina Utara bernama Shannon Dildine, nekat untuk mengambil gambar selfie saat dirinya hanya menggunakan celanda pendek bergambar bendera konfederasi Amerika. Kemudian, pria ini mengunggah foto selfie itu ke Facebook.
Awalnya Dildine hanya menganggap biasa foto selfie yang diunggah ke Facebook. Tapi rupanya apa yang dia lakukan menjadi pembicaraan hangat di kota tempat tinggalnya. Hingga saat ini masih belum diketahui kapan Dildine mengunggah foto selfie.
Pada hari Rabu (24/6/2015), seperti dilaporkan The Post and Courier, kepala kepolisian Eddie Driggers mengirimkan sebuah surat pada Dildine untuk menjelaskan alasan mengapa Dildine dipecat.
Dalam surat yang dikirimkan Driggers untuk Dildine berisikan bahwa gambar yang diunggah Dildine dapat dikaitkan dengan pekerjaan Dildine sebagai bagian dari Kepolisian Charleston Utara dan membuat masyarakat menghubungkan Dildine dan pihak kepolisian dengan sebuah gambar yang menjadi simbol kebencian dan penindasan kepada sekelompok masyarakat yang seharusnya di lindungi oleh kepolisian.
Baca Juga : Rumor, Apple Sertakan Teknologi Force Touch



















