MVNO Dinilai Mampu Efisiensikan Penggunaan Jaringan

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Mobile Virtual Network Operator (MVNO) dinilai mampu memberikan efisiensi dari penggunaan jaringan yang digunakan operator di Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh ketua umum ATSI dan juga President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli.
Rencana efisiensi ini juga ingin diberlakukan menyusul perintah dari Menkominfo yang mencanangkan program efisiensi di industri demi tercipatanya pemanfaatan maksimal dari sumber daya yang terbatas. Dan untuk efisiensi dari sektor frekuensi jaringan bias dilakukan dengan MVNO.
“Di Indonesia sayangnya masih belum bisa mencapai MVNO. Perlu ada konsolidasi bersama semua operator yang ada di Indonesia.” Pungkas Alexander Rusli.
Singkatnya, model efisiensi MVNO ini adalah layanan telekomunikasi yang menyewa atau menggunakan spectrum milik MNO (Mobile Network Operator) yang diatur melalui perjanjian bisnis. Jadi, dengan kata lain MVNO berperan sebagai reseller dari izin spktrum frekuensi yang dimiliki MNO.
“Di Negara lain, maksimal hanya ada 4 operator yang bisa menjadi MNO. Dan yang bisa jadi MVNO lebih dari itu juga bisa. Akan tetapi masalahnya, kapasitas jaringan di Indonesia masih terbatas. Jadi, kami masih optimis untuk mengadopsi MVNO di Indonesia.” Jelas Alex Rusli.
Bakrie Telecom bersama Smartfren kabarnya sedang mencoba model MVNO di Indonesia. Akan tetapi, menurut Alex Rusli, hal yang dilakukan oleh Bakrie Telecom dan Smartfren ini belum bisa dikatakan MVNO murni.
Perlu diketahui, bahwa Capital Expenditure (Capex) atau Modal Belanja dari Indosat sendiri mencapai 80%. Capex tersebut meliputi belanja perangkat jaringan Radio Access Network (RAN) seperti 2G, 3G, ataupun 4G.

















