Samsung Angkat Bicara Tanggapi Isu Miring Smartphonenya

  • Tweet
  • Pin It
Source Picture : www.cnet.com


TEKNOOLOGIA.com, Jakarta - Belakangan ini banyak rumor yang mengatakan bahwa sebuah perusahaan gadget asal Korea Selatan yang bernama Samsung mengalami masalah keamanan pada smartphonenya hingga mencapai 600 juta ponsel. Sebanyak 600 juta smartphone buatan Samsunglah yang behasil diretas oleh para hacker. Menanggapi isu tersebut Samsung angkat bicara.

Berita tersebut terungkap dari sebuah perusahan keamanan mobile, NowSecure yang telah menjelaskan secara mendetail tentang kerentanan diretasnya smartphone milik Samsung oleh para hacker. Samsung akan menyediakan perbaikan software pada beberapa hari ke depan . Dilansir Cnet, Kamis (18/6/2015).

Karena Samsung sedang dilanda ancaman keamanan pada smartphonya beberapa langkah serius dilakukan leh sebuah perusahaan gadget milik Korea Selatan tersebut. Untuk mengatasi tingginya potensi resiko terhadap keamana maka Samsung melakukan kerjasama dengan Swiftkey disamping melakukan update kebijakan keamanan.

Seperi yang dilaporkan oleh Website Pcauthority dengan menggunakan akses melalui sensor GPS pada handset, kamera, dan mikrofonlah yang diserang oleh para hacker tentang kerentanan keamanan yang terjadi pada smartphone milik Samsung. Dari situlah para hacker dapat memperoleh data sensitif para pengguna smartphone Samsung.

Rawannya smartphone Samsung untuk diretas tidak hanya dengan cara diatas bisajadi kerentanan tersebut hadir karena mekanisme update paket bahasa pada keyboard. Dengan penerapan patc lah yang didistribusikan oleh penyedia jaringan selular karena update bahsa pada keyboard tidak bisa dihapuskan. Pada beberapa hari kedepan Samsung akan mealakukan perbaikan terhadap softwarenya. Sebuah patch juga akan diadakan oleh Samsung demi upaya memperbaiki kerentanan pada tahun 2015.

Incoming search terms:

  • berita miring game coc
  • game android tetris yang bicara
  • Tweet
  • Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *