Berita Terkini: Alasan Sebenarnya di Balik Sensor Payudara Instagram
Teknoologia.com, Jakarta - Instagram belum lama ini memberlakukan sebuah kebijakan kontroversial, yaitu sensor terhadap gambar puting payudara. Melihat ramainya reaksi dari para penggunanya, CEO Instagram, Kevin Systrom akhirnya buka suara.
Rupanya alasan dibalik penyensoran Instagram terhadap puting payudara tersebut dilakukan karena kebijakan App Store Apple yang ketat terhadap konten. Jika hal tersebut dilanggar maka sebuah aplikasi harus siap didepak dari App Store.
Kata Systrom, Apple sebenarnya memperbolehkan aplikasi dewasa di dalam layanannya. Namun dengan catatan khusus, aplikasi tersebut harus dimasukan dalam kategori 17 tahun keatas. Sedangkan Instagram, mereka menginginkan layanannya dapat dipergunakan seluas-luasnya oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia.
Seperti dilansir Business Insider, Senin (5/10/2015), meski demikian Instagram tetap berkomitmen terhadap kebebasan artistik. Namun hal tersebut mau tidak mau menemui tantangan besar, salah satunya adalah sensor puting payudara.
Penyensoran tersebut menimbulkan masalah-masalah seperti isu kesetaraan gender, seperti yang terjadi belakangan dengan munculnya tagar #FreeTheNipple. #FreeTheNipple memprotes kebijakan sensor tersebut karena dinilai berstandar ganda karena tidak menerapkan aturan serupa kepada pengguna pria.
Meski begitu, tidak semuanya disensor oleh Instagram. Berdasarkan kebijakan yang ada, konten-konten gambar seperti bekas luka pasca-masektomi (operasi pengangkatan payudara) dan foto perempuan menyusui masih diperbolehkan.
Bagaimana menurut Anda? Perlukah penyensoran puting payudara di Instagram dipermasalahkan? Tuliskan pendapat Anda si kolom komentar di bawah.







