Teknoologia.com, Jakarta - Jurang antar orang kaya dan miskin semakin menganga. Di sisi lain, kegiatan beramal masih belum maksimal. Latar belakang tersebutlah yang membuat Gigih Rezki Septianto membuat aplikasi untuk beramal.
Melansir Merdeka pada Jumat (3/4/2015), aplikasi bernama Phiruntrophy ini bisa membuat penggunanya memberikan donasi pada isu-isu sosial yang menjadi minat mereka.
Menariknya, uang donasi tidak berasal dari kantong pribadi, melainkan dari sponsor. Dengan kata lain, aplikasi ini hanya bersifat mengarahkan uang donasi yang berasal dari sponsor melalui tangan mengguna.
Jadi, sebelum melakukan donasi, ada hal-hal yang wajib dilakukan pengguna sesuai dengan instruksi dari sponsor. Apa yang harus dilakukan tersebut adalah ganti rugi terhadap uang yang dikeluarkan sponsor.
Contohnya, beberap kegiatan yang harus dilakukan adalah berolahraga seperti lari, bersepeda dan lain lain. Ketentuannya, sebelum sponsor memberikan uang untuk donasi, pengguna,diwajibkan untuk lari atu bersepeda sekian kilometer. Setelah hal tersebut dilakukan, barulah uang donasi bisa disumbangkan.
Sejak dirilis ke publik melalui Google Play Store September 2014 lalu, apliasi ini telah diunduh lebih dari 1500 kali.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap aplikasi ini, Gigih dan kawan-kawannya akan mulai mengembangkan aplikasi ini ke platform iOS agar mampu menggaet 10 ribu user di tiga bulan mendatang.
Dilihat dari sisi bisnis, Gigih meyakini aplikasi Phiruntrophy nantinya akan mampu bertahan sebagai perusahaan. Sebab, menurut Gigih, tren kalangan menengah ke atas semakin tumbuh dan bukan tidak mungkin kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial akan semakin baik.
